Jumaat, 5 Mei 2023

PKP: Kasihkan saudara, bakti kepada ibu bapa

 PERINTAH berpuasa Kawalan Pergerakan (PKP) kini memasuki minggu pertama Fasa  dapat dilihat masyarakat semakin biasa dengan normal baru dalam usaha memutuskan rantaian penularan wabak COVID-19.


Tambahan pula, tidak sampai seminggu lagi, umat Islam InsyaAllah akan mula melaksanakan rukun Islam ketiga, berpuasa di bulan Ramadan Kareem pada hari Jumaat ini yang masih dalam tempoh PKP.

Sudah pasti ketika ini ada yang bertuah berada bersama keluarga di rumah dengan baik tetapi sebahagiannya juga ada yang terpisah jauh daripada ahli keluarga atas pelbagai faktor.

Lebih-lebih lagi buat mereka yang terpaksa berjauhan dengan kedua ibu bapa yang tinggal di kampung bersendirian amatlah memerlukan perhatian berterusan.

 

ika sebelum PKP boleh menziarahi mereka mengikut tempoh dan kekerapan tertentu, namun kini seharusnya diusahakan sekurang-kurangnya bertanya khabar melalui telefon dan mendapatkan bantuan daripada mereka yang terdekat.

Ini kerana, Allah S.W.T berfirman dalam surah an-Nisa’, ayat 36 yang bermaksud;

“Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua; dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan jiran tetangga yang dekat, dan jiran tetangga yang jauh, dan rakan sejawat, dan orang musafir yang terlantar, dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri.”

Maka penting untuk kita saling bantu membantu bagi memastikan hubungan silaturahim terus berkekalan lebih-lebih lagi melibatkan kedua ibu bapa dan saudara terdekat.

Allah S.W.T memerintahkan dalam banyak ayat al-Quran agar semua kita sebagai hamba-Nya untuk berbakti dan berbuat baik kepada kedua ibu bapa serta mentaatinya selagi mana tidak melanggar syarak.

Dan turut diperjelas Hadis Nabi daripada Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata yang bermaksud;

“Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W berkenaan amalan apakah yang paling afdhal, lalu Baginda menjawab: “Solat pada waktunya.” Kemudian aku bertanya lagi, apakah amalan yang seterusnya? Jawab Baginda: “Berbakti kepada kedua ibu bapa.” Kemudian aku bertanya, apakah lagi seterusnya? Jawab Baginda: “Berjihad di jalan Allah.”

(Riwayat al-Bukhari)

Ianya menunjukkan bahawa amalan tersebut sangat dicintai Allah S.W.T dan oleh sebab itu juga disarankan setiap rezeki yang diperolehi, sebahagian utamanya dikongsikan bersama ibu bapa, isteri, anak-anak dan adik beradik.

Bagi mereka yang telah ketiadaan ibu bapa di dunia ini, perbanyakkan doa, bersedekah bagi pihak keduanya serta turut memuliakan sahabat-sahabat ketika mereka hidup agar amal kebaikan berterusan.

Daripada Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi R.A berkata;

“Ketika kami sedang bersama Rasulullah S.A.W, tiba-tiba ada seorang lelaki daripada Bani Salamah datang kepada Baginda S.A.W. Lelaki tersebut bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah masih ada ruang untuk aku berbuat baik kepada kedua orang tuaku setelah mereka meninggal?” Baginda menjawab: “Ya, mendoakan dan memintakan keampunan untuk kedua-duanya, melaksanakan wasiatnya, menyambung jalinan silaturahim mereka dan memuliakan teman mereka.”

(Riwayat Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad)

Dianjurkan juga untuk kita mendoakan kerahmatan dan kesejahteraan buat kedua ibu bapa sebagaimana Firman Allah S.W.T yang bermaksud;

“Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.”

(Surah al-Isra’: 24)

Marilah sama-sama kita bermusahabah serta menilai sendiri sejauhmana kecaknaan kita kepada saudara mara kita khususnya adik beradik dan salasilah keluarga terdekat.

Menjelang tiba Ramadan pada tahun ini dalam suasana berbeza barangkali setiap daripada kita, bolehlah kita saling berpesan mengenai kebaikan sebagai tanda kasih sayang.

Mudah-mudahan Ramadan hadir tidak disia-siakan namun sebaliknya dapat dimanfaatkan agar sama-sama kita menelusuri jalan lurus menuju ke syurga Allah S.W.T.

Khamis, 4 Mei 2023

Penyebab dan 6 Cara Menghilangkan Ngantuk Saat Puasa,


Ngantuk saat puasa merupakan hal yang cukup wajar. Namun tidak bisa dibiarkan, rasa kantuk ini bukan hanya sekedar mengganggu aktivitas dan membuat kamu sulit fokus, tapi juga bisa sangat berbahaya karena bisa jadi penyebab kecelakaan kerja.

Maka dari itu, penting untuk mencari tahu cara agar tidak ngantuk saat puasa dengan mempelajari beberapa penyebabnya, kemudian lakukan solusi yang dibutuhkan, sesuai dengan penyebab utama datangnya rasa ngantuk saat puasa.

Kenapa Sering Ngantuk Saat Puasa?

Penyebab ngantuk saat puasa bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu yang paling umum adalah penurunan kadar gula darah selama berpuasa. Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Sleep and Biological Rhythms tahun 2012.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan saat berpuasa tubuh tidak akan mendapatkan asupan makanan dan minuman, sehingga tubuh secara otomatis akan mencari sumber energi lainnya yang tersedia dalam tubuh, misalnya lemak. 

Proses mengubah sumber energi alternatif menjadi glukosa inilah yang pada akhirnya memicu munculnya rasa ngantuk. Selain itu, ngantuk saat puasa juga dipicu oleh bebrapa faktor, diantaranya: 

  • Perubahan pola tidur, atau karena kurang tidur. 

  • Masalah kesehatan tertentu, seperti diabetes.

  • Konsumsi makanan yang tidak seimbang, seperti makanan tinggi gula, garam dan lemak jahat dan lainnya. 

Selain itu, sering ngantuk saat puasa disebabkan juga oleh dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Hal ini dijelaskan dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrients. Hal ini ditandai dengan gejala sulit konsentrasi, mood buruk dan lainnya.


Cara Menghilangkan Ngantuk Saat Puasa

Untuk mengusir rasa ngantuk dan menjaga kamu tetap produktif selama berpuasa, penting untuk menjauhi beberapa penyebab munculnya rasa ngantuk tersebut. Selain itu, kamu bisa mencoba beberapa cara agar tidak ngantuk saat puasa berikut ini. 


  1. Istirahat Yang Cukup

Salah satu cara menghilangkan ngantuk saat puasa yang paling efektif adalah dengan berusaha mendapatkan istirahat yang cukup, terutama di malam hari, dengan cara tidur lebih awal dari jadwal tidur biasanya. Misalnya, tidur sekitar jam 8-9 malam. 

Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas lainnya yang kontra-produktif di malam hari, seperti nongkrong dan lainnya. Setelah shalat tarawih, sebaiknya langsung pulang dan tidur agar tidak kesiangan saat makan sahur.


  1. Konsumsi Makanan Sehat

Pastikan untuk mengkonsumsi makanan sehat saat sahur dan buka puasa. Kamu bisa fokus memenuhi kebutuhan nutrisi dengan memperbanyak konsumsi makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks dan serat. 

Perhatikan juga cara pengolahannya. Sebaiknya makanan-makanan tersebut diolah dengan cara direbus atau dikukus. Batasi konsumsi makanan yang digoreng karena kandungan lemak transnya bisa menyebabkan tubuh mudah lelah dan ngantuk


  1. Minum Air Putih 

Cara menghilangkan ngantuk saat puasa lainnya yang wajib dipertimbangkan adalah, dengan berusaha menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan banyak minum air putih selama makan sahur dan berbuka puasa (setidaknya 2-2.5 Liter per hari).

Agar lebih mudah, kamu bisa menyediakan botol air minum dengan kapasitas 2 Liter. Gunakan botol tersebut sebagai patokan, sekaligus pengingat apakah kamu sudah memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian atau tidak.


  1. Hindari Lingkungan yang Terlalu Panas dan Lembab

Lingkungan yang terlalu panas dan lembab dapat memicu rasa ngantuk. Maka dari itu, setting ruang kerjamu senyaman mungkin, dan pastikan ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Agar lebih mudah, bisa menggunakan AC atau kipas angin.

Jika memungkinkan, kamu bisa bekerja di lingkungan terbuka. Selain digunakan sebagai cara menghilangkan ngantuk saat puasa, trik ini juga bisa digunakan untuk mengatasi stres, membantu menjaga mood dan meningkatkan produktivitas.


  1. Bergerak Secara Teratur

Jangan terlalu lama duduk atau berbaring, cobalah sesekali untuk bergerak secara teratur, misalnya dengan jalan santai, melakukan stretching atau peregangan di meja kerja, atau berolahraga ringan di pagi dan sore hari.

Kamu juga bisa mengatur jadwal olahraga ringan selama berpuasa. Selain digunakan sebagai cara agar tidak ngantuk saat puasa, berolahraga di bulan Ramadhan juga dapat membantu menjaga tubuh tetap bugar, dan  mengendalikan berat badan.


  1. Usahakan Tidur Siang 

Seperti dijelaskan di atas, munculnya rasa ngantuk selama berpuasa sangat dipengaruhi oleh perubahan pola tidur di malam hari. Untuk mengakalinya, kamu bisa menyediakan waktu sekitar 15-20 menit untuk tidur siang. 

Nah itu dia beberapa cara agar tidak ngantuk saat puasa. Namun jika kamu merasa ngantuk yang datang terasa sangat berlebihan, bahkan berdampak pada kesehatan dan produktivitas kerja, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Jumaat, 28 April 2023

MUZAKARAH 6 SIFAT SAHABAT

 MUZAKARAH 6 SIFAT

”6 SIFAT SAHABAT BUKANLAH KESEMPURNAAN AGAMA, TETAPI JIKA KITA DAPAT AMAL KITA AKAN DAPAT AMAL AGAMA DENGAN SEMPURNA, INSYALLAH.”

1. Laaillaahaillallah

Maksud :

-Allah berkuasa, Makhluk tiada kuasa.Meyakini segala sesuatu atas kehendak dan kudrat allah.

Cara Untuk dapat :
1. Dakwah tentang kelebihan Laaillaahaillallah pada
org Lain.
2. Guna mata lihat kebesaran Allah,telinga dengar
kebesaran Allah,mulut cakap kebesaran Allah,akal
fikir kebesaran Allah.
3. Doa semoga Allah bagi hakikat tersebut.

Kelebihan :
1. Iman sebesar zarah,Allah bagi syurga luas 10kali ganda dunia.
2. Org yg ucap Laaillaahaillallah di akhir kalam,wajib baginya syurga.

M,/⁰⁰uhammadurrasulullah

Maksud :

-Cara hidup suci murni (Sunnah) Nabi SAW bawa kejayaan dunia & akhirat.

Cara Untuk dapat :

1. Dakwah.

2. Amal sunnah nabi (surah,sirah,salira)dlm

kehidupan Seharian 24jam.

3. Doa semoga Allah bagi kekuatan amal sunnah

nabi:

Kelebihan :

1. Satu sunnah dihidupkan di zaman kerosakkan umat, Allah bagi 100 pahala syahid.

2. Siapa amal sunnah istiqama, masuk syurga bersama nabi.

2. Solat Khusu’ & Khudu’
Maksud :
- Bawa ketaatan dlm solat di luar solat. Dlm solat baca quran,luar solat pun baca quran/dlm solat tundukkan pandangan,luar solat pun tundukkan pandangan (tawadhu).

Cara dapat :
1. Dakwah.
2. Amal solat-solat sunat,solat di awal waktu,solat
berjemaah di masjid di mana azan
diazankan(lelaki).
3. Doa semoga Allah bagi hakikat solat.

Kelebihan :
1. 5 jaminan jg solat :
i) rezeki diberkati.
ii) azab kubur diangkat.
iii) menerima catatan amal tangan
kanan.
iv) meniti titian Sirat sepantas kilat.
v) masuk syurga tanpa hisab.

3. Ilmu

Maksud :

- Tahu mana satu perintah Allah, tahu mana satu larangan Allah.

- Tahu perintah allah yg didahulukan dan dikemudiankan.

cara dapat :

1. Dakwah.

2. Jumpa alim ulama/ustaz belajar ilmu MASAIL(hukum hakam) dan baca/dengar bacaan ta'lim belajar ilmu FADHAIL.

3. Doa semoga Allah bagi hakikat Ilmu.

Kelebihan :

1. seseorang yg beramal dengan ilmu lebih ditakuti syaitan daripada 1000 org ahli ibadah yg beramal tanpa ilmu.

2. seseorang yg keluar utk belajar ilmu,jika dia mati dikira mati syahid.

3. malaikat mendoakan org yg menimba ilmu.


Doa Mula Kerja – Memohon Rezeki Yang Baik

  Mencari rezeki dengan bekerja adalah merupakan satu ibadah sekiranya diniatkan kerana Allah SWT untuk mengharapkan redhaNya.  Untuk bakal ...